...

..maka sejenak pergilah dalam kesendirianmu.. dan temui kesepian yang sedang ingin bertemu dalam hiruk pikuknya harimu. Abaikan amarah yang mungkin kau takutkan hadir dari kesibukanmu itu..
Sejenak saja duduk di tepi telaga. Tenangkan dirimu di antara hijaunya alam yang memainkan harmoninya untuk hatimu maka hadirkan semua dalam imajinasi terbaik yang bisa kau bayangkan karena semua itu dihadirkan padamu dan yang perlu kau percayakan adalah Kasih...
Kasih yang sesungguhnya sedang berusaha menyapamu untuk membawamu kembali pulang ke "rumah" sebab rupanya kau pergi dan lupa menyalakan pelita dalam hatimu dan semua keramaia di dunia ini membuatmu beku dan kaku..redup dan suram..hingga dirimu terbawa arus yang menggerus jiwamu...semua permainan dikehidupan ini adalah sebuah perjalanan pembelajaran bagimu.. untuk mu menyadari kehadiran kasih pada setiap hal dan setiap jiwa yang kau temui.
Mungkin Tuhan sengaja menciptakan kotak-kotak sunyi ditengah hingar bingar kehidupan. Lalu manusia yang mencari pemenuh diri berusaha keluar tapi tak ada jalan seperti yang dibayangkan. Dalam kotak yang tak pernah utuh antara penuh dan kosong. keliaran hasrat menyiksa batin. Lalu mau tak mau masing-masing kita memegang apa yang dipercayai di hati dan pikiran sebagai penawar. perlahan muncul sesuatu yang pernah ada dan mulai kelihatan, menyala, cantik dan menenangkan
Ternyata sesuatu yg berkilau itu berasal dari kotak yang itu-itu juga. Di jalan yang benar kejujuran sunyi menenangkan.

Senin, 25 Juli 2011

_'_Sayup_'_


Suara-suara perlahan sayup..
Suara kendaraan kian sayup
Suara obrolan mereka menjadi sayup
Angin malam bertiup sayup

Aku mendengar suaramu dalam sayup
Tatapan teduhmu dalam sayup
Semakin jauh dan sayup...

Musim berganti dan waktu berlalu
tapi sayup-sayup keindahanmu masih mengusikku
kemudian menyeretku di antara kutub sayup dan gaduh

Aku hanya tak tahu harus menjadi pria seperti apa di depanmu
Mungkinkah cukup dengan hanya mengagumimu
lalu pulang membawa rasa sayup
sayup yang sungguh mengganggu

25.07.2011

Sabtu, 24 Juli 2010

Malam Berbahasa Sepi


Kudengar kau berparas cantik dan beraroma cendana
Namun belum pernah sekali pun kujumpai wujud itu
Hanya lirih dan bisik membius kosong udara

Malam..
Siang begitu melelahkan aku,
Letih aku mencari teduh dari kesilauan
Bosan aku disengat hari
Apa lagi suara rindu dan waktu yang sahut-menyahut sesakan ruangku
Suaranya begitu bising entah merambat lewat mana

Dalam gelap aku pun tak melihat kau membawa tenang.
Kau justru memaksaku terjun dengan rajutan sayap seadanya ditengah susur senyapmu

Malam terangi aku, terangi kesendirianku dengan sepimu, terangi aku dengan kejujuran sunyimu...

23.06.2010